Hari raya Idul Fitri adalah hari raya yang dinantikan oleh umat islam setelah lamanya menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Orang bijak mengatakan hari raya idul fitri adalah hari kemenangan dimana umat islam kembali suci setelah menjalankan ibadah puasa tersebut. Dihari itu semua umat islam saling bersilahturahmi dan saling bermaafan. Itupun yang dilakaukan oleh ivah kepada keluarga dan sanak saudara setelah melaksanakan Shalat Idul Fitri.
“pak, maafin ivah ya, selama ini ivah sering membantah kata-kata bapak dan banyak kesalahan lainnya yang udah ivah lakuin” ucap ivah sambil menangis dan menciup tangan bapaknya.
“ya sayang bapak maafin, maafin bapak juga ya!”
“ya pak”. Kemudian bapak mencium kening putrinya itu yang terlihat anggun dengan pakaian muslimah dan dibalut oleh jilbab putihnya dengan rasa bahagia, ternyata sekarang putrinya sudah beranjak dewasa dan menjadi anak yang baik. Hal yang sama ia lakukan oleh ibunya. Ibunyapun melakukan apa yang seperti bapak lakukan, bedanya ibunya itu mencium kedua pipinya dan memeluknya, seraya berkata “ semoga kamu menjadi anak yang shalihah, baik, pintar dan berbakti, putri ku.”
“amin! Makasih ya bu.” ucap ivah.
Masih dalam suasana lebaran, ivah pergi karumah teman-temannya, termasuk Erna, teman kecilnya. Saat dirumah erna, dia melihat cowok yang selama ini dia suka, namanya Azie, dan ternyata dia sepupunya erna. Kemudian erna mengenalkan dia dengan sepupunya, merekapun begitu cepat akrab, ivahpun begitu senang bisa berkanalan dengan azie.
***
Seminggu setelah hari itu, pada malam harinya disebuah rumah yang sederhana, rumah itu milik seorang ustadz sekaligus tokoh masyarakat, sudah terdengar suara orang-orang mengaji. Sebelum pengajian dimulai, mereka yang ada di rumah itu saling bermaaf-maafan. Kemudian pengajian pun dimulai. Saat pengajian berlangsung ivah dan temannya malah mengobrol walawpun dengan suara pelan.
“Hey vah, w dah sering cerita tentang cwo w kan? U mao tau gag cwo itu siapa? Cwo itu azie!” ucap Lila dengan suara berbisik
“apa?! Azie? U serious la??”
“Ssstt… jangan kenceng-kenceng nanti ustadz denger, ya lah w serious vah, mang kenapa sih??”
“gag pa-pa ko..! ivah terdiam dan menyesali akan perasaannya itu, kenapa dia bisa sayang sama cwo sahabatnya sendiri dan dia hanya bisa menyimpan perasaannya itu dalam-dalam. Dalam hati dia berkata “ Ya Allah, kenapa aku bisa suka dengan azie, yang ternyata cwo lila, sahabat aku sendiri. Ya Allah, demi persahbatan ku dengan lila, aku mohon hilangkan perasaan ini.”
“vah, u kenapa? Ko diem?”
“gag apa-apa”
“o ya vah, tadi waktu w lagi dijalan pengen kepengajian, w ketemu Furqan dan dia nitip surat ini wat u”
Ivah pun langsung membaca surat tersebut dengan sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan oleh guru ngajinya.
“Ass..! adindaku tersayang, maafkan aku jika adanya surat ini menggangumu, aku gag tau gimana caranya aku mengatakan ini semua kepadamu, bahwa sesungguhnya aku sayang kamu lebih dari sahabat, aku ingin kamu jadi pacar aku, mungkin aku tidak bisa memaksakan kamu, walaupun aku selalu berharap jawaban kamu tidak mengecewakan aku. Aku mohon jawab mu malam ini juga, setelah selesai pengajian aku tunggu kamu di rumah ka Ariez, aku harap kamu bisa datang.
Terimakasih atas waktunya tuk membaca surat ini.
Wassallam…
Dari orang yang begitu mencintaimu
Furqan”.
Ivah benar-benar bingung harus bagaimana, tetapi dia sudah memutuskan kalau dia tidak akan menemui furqan. Setelah pengajian selesai, dengan hati penuh keraguan dan dengan langkah pelan dia pulang kerumahnya, tanpa disadari dia sudah melewati rumah ka ariez, lama-kelamaan tak disangka dia sudah berada di depan rumahnya, padahal rumahnya cukup jauh dari pengajian, sedangkan rumah ka ariez hanya beda dua rumah dari pengajian. Ketika dia ingin membuka pintu pagar dia teringat dengan furqan dan sadar bahwa apa yang dia lakukan salah, dan dia hanya akan membuat furqan berharap yang tak pasti.
Kemudian dengan langkah yang sangat cepat dia kembali menuju rumah ka ariez untuk menemui furqan, sesampainya dirumah ka ariez tanpa basa-basi lagi dia langsung mengatakan perasaan dia yang sebenarnya.
“Furqan maafin aku, aku gag bisa jadi pacar kamu, aku memang sayang sama kamu tapi hanya sebagai sahabat dan gag lebih dari itu. Maafin aku furqan, maafin aku!!” ucap ivah dengan mata berkaca-kaca. Furqan hanya terdiam tanpa mengucapkan satu katapun, karena ivah begitu saja pergi meninggalkan furqan setelah dia berbicara seperti itu. Walau langit begitu indah, diterangi bulan dan dihiasi oleh bintang-bintang, tetapi perasaan furqan terpuruk dalam kesedihan, tanpa disadari furqan mengeluarkan air mata dan langsung pulang kerumahnya.
Dijalan yang sepi, ivah berjalan sendirian, tanpa disadari iapun meneteskan air mata dan merenungkan apa yang dia sudah lakukan malam ini. Dia sudah menyakiti sahabatnya sendiri dan mencintai orang yang salah. Sesampainya dirumah, tanpa mengucapkan salam dia langsung memasuki kamarnya,
“kamu kenapa vah? Tumben gag ngucap salam dulu dan langsung masuk kamar?” Tanya ibu
“gag apa-apa ko bu, aku cuma capek aja, aku ingin istirahat dulu”
“yaw dah, tapi jangan lupa shalat dulu ya!”
Ivahpun langsung mengambil air wudhu. Ketika shalat dia selalu ingat semua kesalahan yang dia lakukan hari ini. Malam itu berlalu dengan kesedihan baik dia maupun furqan.
Beberapa minggu berlalu, semenjak kejadian malam itu ivah sudah tidak kepengajian lagi, bukan hanya itu alasannya tetapi karena dia ingin konsentrasi menghadapi ujian semester genap, dia juga sudah beberapa minggu tidak bertemu furqan.
***
Pada suatu malam yang sangat indah, bulan yang terang menyinari bumi dan dihiasi oleh bintang-bintang, seseorang yang ivah nantikan datang kerumahnya, yaitu azie. Dia tidak menyangka azie bisa datang kerumahnya, tetapi dia hanya bisa terdiam dan tidak tau harus ngomong apa. Malam itupun ivah begitu bahagia, dia sampai terlupa kalau azie itu cowok lila, tetapi yang dia bingung kenapa azie tidak mengakui kalau lila itu pacarnya. Tujuan azie datang kerumah ivah hanya untuk berpamitan karena besok dia akan kembali kepesantren.
Keesokan harinya dia mulai pergi kepengajian lagi.
“Hay vah! Dari mana aja u baru kelihatan lagi dipengajian?” Tanya lila
“w kan habis ngadepin ujian semester genap. Oya, dah lama w gag ngeliat furqan, giman kabar dia? U kan satu sekolah ma dia”
“mang u gag tau vah, dia kan bunuh diri gara-gara u tolak waktu itu”
“apa! Dia bunuh diri??”
Ivah kaget mendengar perkataan lila, dan ternyata lila hanya berecanda. Sebenarnya furqan tidak bunuh diri, tetapi dia pindah ke pesantren. Padahal furqan paling gag mau kalau masuk pesantren, mungkin karena kejadian malam itu dan dia ingin melupakan ivah akhirnya dia terpaksa masuk pesantren.
“gag lucu tau gag sih!!” jengkel ivah.
“yaw dah w minta maaf!”
“Oya la, gimana hubungan u ma azie?” Tanya ivah
“gag tau lah, dia sekarang dah gag pernah hubungin w lagi, main kerumah w aja dah gag pernah, w juga dah coba hubungin dia tapi gag bisa-bisa” jawab lila, ivah bingung ko bisa azie dah gag pernah hubungin lila, tapi dia malah sering menghubunginya, malah kemarin azie main kerumahnya dan kenapa juga azie gag mengakui lila sebagai ceweknya.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada saat liburan sekolah, azie ngajak ivah jalan-jalan, dan disitu azie nebak ivah. Ivah bingung harus jawab apa, karena azie bilang dia gag ada hubungan apa-apa dengan lila, tapi lila bilang dia masih ada hubungan sama azie, dan dia gag tau harus percaya sama siapa. Disitu ivah hanya bisa terdiam dan tidak bisa menjawab apa-apa, dia juga minta waktu dengan azie tuk memikirkan semuanya.
***
Beberapa hari kemudian lila mengetahui semuanya, padahal ivah ingin menyembunyikan semuanya dan ingin menolak azie.
“Eh cwe perebut cwo orang” Bentak lila
“maksud u apa?” Tanya ivah dengan suara agak marah atas perkataan lila
“udah deh gag usah so baik deh u, u tuh temen makan temen tau gag sih! U tau kan azie tu cwo w, tapi kenapa u malah ngedeketin azie, dan sekarang u jadian kan ma dia?” Ucap lila dengan rasa marah dan sedih.
Ivah tidak bisa bicara apa-apa, matanya berkaca-kaca mendengar apa yang diucapkan oleh lila. Ingin sekali dia membantah apa yang di tuduhkan lila kepdanya, tetapi dia tidak bisa karena menurut dia ini semua kesalahan dia.
Setelah lila bicara panjang lebar, dia pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan dari ivah.
Setelah beberapa hari kejadian tersebut terjadi, lila tidak pernah menegur ivah, ivahpun begitu takut untuk menegur lila. Akhirnya dia memutuskan untuk segera menemui azie, dan membicarakan semuanya.
"hy zie! Maaf ya aku telat!!” ucap ivah
“ga apa-apa kok. Mang ada apa? Tumben ngajak ketemuan?”
“aku mo jawab soal pertanyaan kamu waktu itu, maafin aku ya aku gag bisa jadi cewek kamu.”
“kenapa?” Tanya azie
“lila itu cewek kamu zie, dan dia sahabat aku, aku gag mau karena ada kamu persahabatan aku dengannya hancur.” Tegas ivah
“tapi vah, aku ma dia gag da hubungan apa-apa, selama ini aku dekat ma dia cuma sebagai temen, gag lebih. Vah, aku sayangnya ma kamu bukan dia” ucap azie sambil memegang tangan ivah dan meyakinkannya.
“zie, aku mohon ma kamu, kembali sama lila, dia begitu menyayangi kamu, dia sahabat aku zie, aku gag mau dia beranggapan kalau aku yang merebut kamu darinya. Mulai sekarang lupain aku.”
“tapi….” Kata-kata azie terputus karena ivah langsung pergi begitu saja meninggalkannya.
Semenjak kejadian itu ivah menjauhi azie. Aziepun tidak kuat dengan sikap ivah, kemudian dia menemui lila dan menjelaskan kejadian sebenarnya, juga meminta lila agar minta maaf dengan ivah atas apa yang telah dia lakukan. Tetapi lila tetap tidak bisa memenuhi permintaan azie, walaupun didepan azie dia menyetujui permintaan tersebut.
***
Beberapa hari kemudian di pengajian lila dan ivah masih saling diam-diaman, setelah pengajian selesai lilapun menemui ivah dan kembali memaki-maki ivah bukan meminta maaf sesuai dengan apa yang dia janjikan pada azie. Pada saat itu ivah hanya bisa terdiam mendengar caci-makian lila. Ivahpun sudah berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi lila tidak mau mendengarkan panjelasan darinya dan dia juga mengancam kalau dia akan menyesal jika dia sampai menerima azie.
Sepanjang perjalanan ivah melamunkan masalah yang terjadi pada dirinya saat ini, sampai-sampai dia tidak mendengar bahwa ada seorang cowok yang memanggilnya dari belakang.
“vah!” panggil cowok itu dengan nada suara seperti mengageti orang.
“Astagfirullah!” kaget ivah. “iih, rese banget sih, ngagetin orang ajah!” lanjut ivah.
“maaf vah, w gag bermaksud ngagetin u. Habisnya dari tadi dipanggil gag nyaut-nyaut” jengkel cowok itu.
“yaw dah deh maaf. Bye the way siapa ya?”
“alah, sok inggris loh! Setau w u kan gag suka pelajaran bahasa inggris. Ooh jadi sekarang u lupa ni ma w??”
“Alwi?!” tebak ivah.
“iya ini w Muhammad Alwi Al-Bashy, he..he..he..” Ucap alwi dengan suara bercanda dan membanggakan diri. Akhirnya ivahpun tersenyum tipis.
“ya ampun Alwi, udah lama kita gag ketemu. U kemana ajah sih? Pindah rumah gag bilang-bilang sama w.”
“maaf, itu juga mendadak pindahnya. Dahlah gag usah ngebahas itu, yang jelas w ada disini lagi buat u. Oya, u tadi kenapa sih jalan kok sambil bengong? Sampe-sampe w panggil gag denger-denger. Pasti u lagi ada masalah ya? Cerita dong!!”
“w gag apa-apa kok, Cuma kepala w agak pusing ajah. Udah ya w pulang dulu, udah malem, tar w di omelin lagi sama nyokap w.”
“jadi masih anak mami niy!! Yaw dah, mao di anter gag?”
“ih, gag usah ah. W bisa pulang sendiri kok.”
“Yaw dah hati-hati ya..!”
Walaupun dia senang bertemu dengan teman lamanya, tetapi pikirannya masih saja terfokus sama masalahnya. Sesampainya dirumah ivah hanya bisa menangis dan bingung apa yang harus dia lakukan saat ini. Tiba-tiba erna datang kerumahnya.
“hy vah! U kenapa? Habis nangis ya??” Tanya erna
“ya na,”
“pasti karena azie dan lila?”
“ko u tau?”
“u lupa ya! Azie kan sepupu w, dia cerita semuanya ko. U juga bingungkan apa yang harus u lakuin!”
“ya na, w sayang ma azie, tapi bagaimana ma lila? Dia dah w anggap sahabat w na, apa yang harus w lakuin?”
“vah, w juga temanan ma lila, w tau sifat dia kaya bagaimana dan w yakin u juga tau lila kaya bagaimana, dari dulu diakan emang suka ngakuin orang sebagai pacarnya cuma karena orang itu deket sama dia. Dan sekarang itu yang dia lakuin ke azie, azie itu Cuma nganggap lila sebagai temen dan azie itu sayang ma u vah, percaya itu!”
“tapi bagaimana kalau azie akan nyakitin w nanti, dan lila bener kalau azie itu playboy”
“vah, azie itu sepupu w, dari kecil w dah kenal siapa dia dan bagaimana dia, w yakin dia bener-bener sayang ma u”
“tapi w dah terlanjur nolak dia”
“u tenang aja, w yang akan ngomong ke dia kalau u juga sayang ma dia dan dia pasti akan ngomongin ini semua lagi ma u. w pulang dulu ya, dah malem, dah..!!”
“ya, makasih ya na!!”
Seminggu kemudian azie kembali menemui ivah, azie meminta ivah tuk menjadi pacarnya, tanpa memikirkan lila, ivah pun begitu saja menerima azie dan akhirnya mereka jadian.
Selama 6 bulan ivah menjalani hubungan jarak jauh dengan azie karena azie harus tinggal di pesantren. Tetapi pada akhirnya apa yang ia takutkan terjadi. Sudah 3 minggu azie tidak pernah menghubungi ivah lagi, sampai-sampai ivah nyari tau tentang azie lewat temannya yang bernama ozy. Ivah pun menghubungi ozy lewat telepon, dan ozy bilang kalau azie sedang dekat dengan cewek yang namanya Lyta, sampai-sampai azie sering kabur dari pondok cuma demi cewe itu. Ivah sempat gag percaya dengan apa yang dibicarakan ozy, tetapi ozy tetap berusaha meyakinkan ivah dan ngasih nomor lyta padanya agar ivah bisa menanyakan langsung dengan lyta tentang hubungannya dengan azie. Akhirnya ivah pun melakukan hal itu, setelah ia menanyakan langsung dengan azie, ivah pun mendapat jawaban yang sangat menyedihkan, yaitu bahwa lyta sudah jadian dengan azie selama 3 minggu. Pada saat itu perasaan ivah sangat hancur mendengar pengakuan dari lyta, tetapi dia malah bohong saat lyta menanyakan tentang hubungannya dengan azie, dia malah bilang kalau hubungannya dengan azie hanya sebatas teman, dia melakukan itu karena dia pikir azie lebih bahagia dengan lyta. Dia hanya bisa menangis dan menyesali semuanya. Dia menyesal kenapa pada waktu itu dia lebih percaya dengan azie daripada sahabatnya sendiri. Tanpa fakir panjang, ivah langsung memutuskan azie lewat sms, karena pada saat itu azie susah dihubungi, nomornyapun tidak pernah aktif.
“Ass.. zie, aku kecewa sama kamu, padahal aku sudah percaya kalau kamu mencintai aku seperti aku mencintaimu, aku juga percaya kalau kamu tidak akan selingkuh dari ku. Tetapi kenapa kamu menghianati kepercayaan aku? Mana janji kamu padaku yang tak akan pernah selingkuh dan menghianati kepercayaan aku pada mu? Hati aku begitu hancur saat tau hubungan kamu dengan lyta. Kalau kamu memang mencintainya dan kamu lebih bahagia dengannya, lebih baik kita putus, aku rela kok, aku gag mau menjalani hubungan dengan orang yang tidak pernah mencintaiku. Terimakasih atas semuanya, dan maaf jika aku tidak pernah membahagiakanmu. Aku minta kamu jangan nyakitin lyta seperti kamu nyakitin aku.”
Setelah beberapa hari pesannya itu baru terkirim. Setelah azie membaca pesan ivah, azie mengelak dan dia bilang kalau dia berhubungan sama lyta hanya untuk balas dendam dan itu disuruh oleh temannya. Dia juga bilang kalau dia mencintainya bukan lyta. Mendengar itu ivah begitu saja percaya dengan azie dan akhirnya dia balikan lagi dengan azie.
Seminggu setelah itu, ivah mendengar kabar lagi dari ozy, kalau sebenarnya azie sudah punya pacar sebelum dengannya, dan sudah hampir 2 tahun dia menjalani hubungan dengan cwe itu. Cwe itu bernama Viah. Dia satu pondok dengan azie. Kebetulan saat dia tau kabar hubungan azie dengan viah, azie manghubunginya.
“Assalamualaikum vah!” salam azie
“waalaikum salam!
“lagi ap vah?”
“lagi mikirin kamu..” ucap ivah dengan suara bercanda. Kemudian mereka bercanda sesaat.
“oya zie, aku mau nanya, viah itu siapa kamu sih?”
“kamu tau soal viah dari siapa?”
“itu gag penting. Yang penting aku ingin kamu jujur sama aku siapa viah itu?”
“dia mantan aku vah. Udah 1 tahun yang lalu aku putus ma dia”
“kamu lagi gag bohong sama aku kan?”
“sumpah vah aku gag bohong! Jadi kamu lebih percaya sama orang lain dari pada sama cowok kamu sendiri?”
“bukan gitu zie, tapi….”
“terserah kamu vah mau percaya sama aku atau gag!”
“ya deh aku percaya sama kamu. Tapi janji ya kamu gag akan khianatin kepercayaan aku?
“ya vah aku janji. Oya vah dah dulu ya, mau ada pengajian niy!”
“oow yaw dah, assalamualaikum!
“waalaikum salam!”
***
Pada malam hari yang dingin dan langit begitu gelap tanpa cahaya bulan dan bintang, dan pada saat itu tepat pada malam pergantian tahun, ivah termenung dan mendambakan kedatangan seseorang. Dia tersentak kaget saat ada yang mengetuk pintu kamarnya.
“Eh ibu, kirain siapa!!”
“putri ibu lagi apa ciy? Lagi mikirin sesorang ya?” ledek ibu,
“iiH ibu apa-apaan ciy…” ivah tersipu malu, senyumnya pun mengembng.
“oya vah, ada tamu tuh”
“siapa?”
“liat aja sendiri, dia ada di luar”
kemudian ivah langsung mengganti piamanya dengan pakaian yang rapih dan berjilbab. Setelah itu ia keluar dan ternyata tamu untuknya adalah azie, seseorang yang ia dambakan kedatangannya.
Ivah tersenyum lebar dan begitu senang dengan kedatangan azie. Azie juga membawakan hadiah untuknya, yaitu sebuah kalung dengan gantungan berbentuk setengah hati. Tanpa basa-basi lagi azie memakaikan kalung tersebut di leher ivah, avah pun begitu senang menerima hadiah tersebut.
“makasih ya zie, atas yang kamu berikan buat aku.”
“ya sayang, kamu jaga ya kalungnya jangan sampai hilang.”
“tanpa kamu minta pun pasti akan aku jaga. Sekali lagi makasih ya!”
“ya sayang, I Love U”
“I Love U too. Oya, temenin aku liat bazaar deket masjid yuk!”
“boleh, yuk!”
waktupun terus berlalu. Tepat pada tengah malam pukul 00:00 mereka ber dua melihat kembang api yang bertaburan di langit dengan indahnya, pada saat itu ivah berkata dalam hati
“Ya Allah, jika memang azie yang terbaik untukku, beriakanlah ke langgengan pada hubungan kami, jangan sampai diantara kami ada yang tersakiti. Amien..!!”
***
Bersambung dyu yawh …!!
Selasa, 17 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar